“Muslimah” adalah nama kumpulan. Satu atau beberapa anggota kumpulan tersebut sama sekali tidak mencerminkan keseluruhan himpunan. Muslimah Beauty 2011 mungkin diikuti oleh beberapa muslimah, tapi mereka yang mengikuti atau terlibat di dalamnya sama sekali TIDAK mencerminkan atau mewakili muslimah. Muslimah artinya kaum muslim perempuan. Saya sangat yakin jauuuuuuh lebih banyak ‘Muslimah’ yang tidak mengikuti Muslimah Beauty 2011. Jadi hendaknya judul event jangan menggunakan kata ‘muslimah’. Karena muslimah jelas menunjuk satu kelompok tertentu yang beranggota jutaan orang.
Lebih baik cari nama lain yang tidak berkonotasi sebuah kelompok manusia dengan anggota yang jumlahnya besar. Continue Reading »
Di negeri indah permai makmur, hanya gara-gara puasa terjadi kekacauan yang luar biasa. Awalnya para penghuni sangat senang tinggal di negeri hebat berpulau-pulau ini, tapi kemudian kehebatan mulai terusik gara-gara puasa. Tidak salah, ekuilibria yang semua sempurna di titik harmonis, tiba-tiba liar bergerak kesana-kemari, gara-gara puasa.
Semula di republik tenteram ini koruptor tenteram saja mengeruk uang dari mana saja. Dari apbn bisa saja seorang juru duit partey membuat atau membeli banyak perusahaan untuk jadi anemer di berbagai kementrian. Meski sekedar calo belaka, perusahaan milik juru duit partey besar itu tetap sah dan legal menghasilkan keuntungan. Ingat; sah dan legal. Continue Reading »
Jangan berpihak! Bakalan capek doang. Setelah tampak banyak dukungan, virtual atau bukan virtual, percayalah semua pihak akan berpihak kepada yang dipihaki rakyat. Ingat, Bibit-Chandra juga dipihaki DPR saat meletup-letup di jejaring sosial. Jadi kalau sekarang ternyata (sebagian kecil oknum) anggota DPR nunjuk-nunjuk Bibit-Chandra masih berstatus tersangka (malah di dramatisir dengan walkout pulak!) dan mengusirnya dari ruang sidang wakil rakyat, maka jelas bahwa atas nama apapun juga mereka yang mengusir itu berseberangan pihak dengan yang dulu di dukung rakyat.
Tapi memang demikianlah kondisi demokrasi negeri ini. Rakyat tak lebih dari angka seratus-duaratus ribu suara. Hormat ‘mereka’ hanya terjadi di saat Pemilu menjelang. Selepas itu mereka bebas berganti posisi memihak rakyat atau tidak, disesuaikan dengan kepentingan yang saat itu lebih prioritas. Jadi jangan heran dari mana mereka mendapat wajah Continue Reading »
Saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya,
Begitu kata wiki Indonesia. Sederhana saja, hanya kendali penuh atas seluruh wilayah. Dengan definisi yang sesederhana ini saja bangsa ini belum memenuhi kriteria merdeka. Bukan hanya minimnya kekuatan penjaga. Kekuatan moril mungkin sudah lebih dari cukup untuk menjaga kedaulatan. Kekuatan nyata (alutsista) masih sangat diragukan. Continue Reading »
Gratis hanya perlu tiga langkah aspirasi siapapun bisa ditampung. Tidak perlu biaya ratusan juta per tahun peranggota parlemen. Jika bisa update status fesbuk 7 kali sehari, bertwit 5 kali sehari, komen ke status dan twit kawan belasan kali, pasti bisa nulis aspirasi di field komentar. Jadi para legislator yang terhormat itu, hanya perlu sedikit kenal bagaimana memelihara blog, buka akun di blogdetik jadilah punya rumah aspirasi, atau apapun namanya, untuk menampung aspirasi dari para pemilih.
Jika perlu tinggal minta ke admin blogdetik untuk membuat kelompok khusus blog (macam blogstar) saya yakin pasti segera dibuatkan bloglegislator sebagai kompleks rumah aspirasi virtual. Pastilah para admin bakal berkenan membuat indeks aspirasi terbaik sekaligus untuk mengontrol tindak lanjut dari para legislator atas aspirasi-aspirasi Continue Reading »



