Jika hukuman atas kekerasan adalah pembubaran

2 Jul 2010

Ada usulan pembubaran organisasi karena ‘kekerasan’ yang dilakukannya. Tanpa melihat apakah dilakukan oleh oknum atau memang secara resmi menjadi kegiatan teragenda dari organisasi tersebut. Jika usulan tersebut disetujui secara legal maka:

  1. Kelompok supporter bola harus bubar. Tidak boleh lagi bersatu formal dalam wadah yang legal, artinya bakal lebih sulit lagi mencari pihak yang bisa diharapkan mengambil tanggung jawab membina crowd supporter.
  2. Unit-unit penanggung jawab ketertiban (polisi pamong praja, tramtib) juga unit anti teror atau anti gerombolan pengacau keamanan juga harus diganti dengan unit pemerintahan lain yang 100% bebas kekerasan.
  3. Unit pemerintahan lain yang tidak berkaitan dengan penegakkan ketertiban juga harus dipertimbangkan pembubarannya jika terbukti pernah melakukan ‘kekerasan’. Maka akan banyak dewan perwakilan di propinsi dan kabupaten yang harus bubar.
  4. Beberapa sekolah dan kampus juga harus bubar

Daftar di atas masih bisa diperpanjang dengan mudah. Sangat banyak bukti kekerasan yang telah terjadi. Jika definisi kekerasan diperluas tidak hanya kekerasan fisik (tapi bisa berbentuk kekerasan verbal, atau kekerasan idea macam pelecehan dan penistaan keyakinan beragama) maka nampaknya tidak akan ada organisasi resmi yang bisa bertahan.

Pelaku kekerasan yang harus dihukum. Pembubaran sangat tidak efektif mengurangi kekerasan. Satu dibubarkan, sejam kemudian dua ratus organisasi baru yang berdiri dan berpotensi melakukan kekerasan. Akhirnya semua sibuk mendirikan dan membubarkan. Orangnya yang harus dihukum dan hukum yang harus konsisten dan fair menindak orang-orang yang melakukan kekerasan.

Tentunya termasuk kekerasan dalam bentuk kebijakan publik yang berefek membawa korban semacam tabung gas, juga harus diadili dan dihukum. Atau kekerasan yang melukai nurani dan moral semacam membuat filem asusila (yang meskipun beralasankan untuk koleksi pribadi, tapi tetap berpeluang menyebar dan meneror para pengikut etika yang mengharamkan pameran aktivitas asusila).

Jangan dibubarkan organisasinya. Tegakkan hukum dengan menghukum pelakunya. Kejar juga penyebab munculnya kekerasan dan tuduhkan sebagai provokator dan pengatur tindakan kekerasan.


TAGS peraturan teror kebebasan


-

Author

Follow Me