Memblokir situs atau menyehatkan selera dan minat?

15 Jul 2010

Menkominfo berencana memblokir situs p0rn0 diluar diskusi tentang kebebasan berekspresi atau menikmati ekspresi orang lain, upaya menjaga mental manusia di bawah umur dengan pemblokiran situs p0rn0 tetap harus dihargai. Peluang untuk ‘menikmati’ konten selera rendah, purba dan hewani yang bernama p0rn0grafi dapat berkurang dengan pemblokiran situs. Meski tentu bukan rahasia bahwa setiap ada satu cara memblokir situs, ada seratus cara mengakalinya. Setidaknya bakal tidak mudah lagi memenuhi hasrat tidak berkualitas: menganggap p0rn0grafi sebagai hiburan.

P0rnografi, baru ‘berarti’ jika setidaknya ada dua pihak yang terlibat: penyaji dan penikmat. Memblokir situs hanya menambahkan sedikit rintangan bagi interaksi antara penyaji dan penikmat. Peluang kebocoran halangan tersebut tetap terbuka dan seketat apapun pemblokiran, selama ada akses ke internet tetap bisa ada peluang merembes kepada yang tidak berhak atau tidak berminat atau orang sehat lain diluar orang-orang sakit yang menjadi target pasar utama dari p0rn0grafi. Lebih penting adalah menjaga ‘kesehatan’ selera dan minat dari potensi pasar p0rn0grafi!

Perbaikan sikap mental (agar pandangan bahwa p0rn0grafi adalah hal yang najis dan menyesatkan kembali bisa kokoh di opini publik) nampaknya merupakan yang harus dilakukan bersamaan dengan upaya ‘penyulitan’ akses. Sikap yang aneh, memang, jika pelarangan malah menimbulkan dorongan khusus untuk melakukannya. Semua orang dan/atau lembaga mengatakan video asusila tidak layak dikonsumsi; kenyataan yang mengiringinya malah menjadi trending di tweeter.

Upaya pendidikan di sekolah atau di rumah tangga hampir sia-sia mengurangi merebaknya p0rn0grafi. Luar biasa mudah mendapatkannya dengan berbagai cara yang sangat murah. Belasan kali pengecer keping video di razia dan selalusegerakembali menggelar dagangannya. Penyeberana lewat blutut, atau kabel sama maraknya dan sama mudahnya.

Selera dan minat purba dan hewani ini selayaknya tidak hanya disehatkan dengan pemblokiran situs. Tegakkan aturan seadil-adilnya hajar habis pengedar dengan hukuman menyakitkan dan memalukan. Permalukan juga penikmat yang tertangkap tangan, jika perlu dengan mengurangi hak sosialnya.

Jadi, setelah nanti Menkominfo jadi memblokir situs p0rn0, alangkah baiknya DPR menyusun aturan lebih ketat untuk para pengedar dan penikmat. Kemudian laksanakan aturan itu dengan konsisten.
(pas bagian tegakkan aturan, kok seperti menulis mimpi, ya,..)


TAGS


-

Author

Follow Me