Tidak ada lagi ruang untuk mengencangkan ikat pinggang

20 Jul 2010

Cerita lama, TDL naik kawan-kawannya, harga pangan, ikut-ikutan merangkak tidak terkendali. Tidak ada satu pun berita yang mencuat tentang suka cita rakyat. Lebih parahnya lagi ternyata tidak juga ada berita bahwa perusahaan penyedia setrum semakin membaik laporan keuangannya; yang artinya semakin besar setorannya ke kas negara. Jadi sekedar mengurangi kerugian vendor listrik ternyata harus banyak sekali keluhan tentang kebutuhan (bukan keinginan!) yang tidak terpenuhi.

Harga pangan naik masih bisa berkelit: cuaca merusak panen bukan karena TDL yang naik. Jadi kebijakan mendekatkan harga listrik ke harga kelayakan ekonomi, atau apapun istilahnya, tidak salah. Yang salah itu cuaca yang tidak berperilaku seperti biasanya; orang lagi mem-pasarkan supply-demand listrik cuaca malah anomali. Jadilah supply pangan tersendat dan harga dengan cueknya melayang naik.

Bahwa masyarakat baru saja melalui masa tahun ajaran baru, itu juga tidak ada kaitannya dengan kenaikan TDL. Salah sendiri rakyat kok berusaha memandaikan anak-anaknya. Coba lawan ‘pasar pendidikan’ formal dengan mendidik anak melalui jalur informal dan non formal, pastilah harga sekolah formal akan turun dan lebih terjangkau. Perlawanan atas diserahkannya harga pendidikan ke mekanisme pasar belum juga berhasil. Sama persis dengan perjuangan kesehatan murah, juga belum berhasil.

Penghasilan masyarakat yang ternyata terseok-seok jeblok di dinamika pasar juga tidak dapat ditimpakan sebagai kesalahan pemerintah. Kesalahan tetap ada di rakyat yang tidak mampu survive di pasar global. Kenapa rakyat tidak mampu menyelenggarakan industri, baik manufaktur maupun jasa, yang efektif dan efisien. Kembali pemerintah ‘tidak salah’. Seperti selama ini, pemerintah tidak pernah salah, terbukti dengan tidak pernah ada pengakuan kesalahan dan permintaan maaf dari pemerintah telah menyusahkan rakyat.

Jadi satu-satunya peluang adalah mengencangkan ikat pinggang atau berhemat seperti yang disarankan kawan saya di blognya. Masalahnya, penghematan baru bisa dilakukan oleh orang yang terbiasa kemampuannya lebih dari kebutuhan dasar. Buat yang memenuhi kebutuhan dasar saja sudah kurang dari batas minimum, maka mengencangkan ikat pinggang adalah membelitkan ikat pinggang sampai tepat melingkari tulang belakang sehingga tidak ada ruang untuk lambung: tidak perlu makan lagi. Amit-amit jabang bayi.

Ekstrim, mudah-mudahan ini hanya benar-benar pandangan pesimistik putus asa. Mudah-mudahan pemerintah segera bisa menarik trilyunan tunggakan pajak dan simpanan hasil tidak halal oknum pejabat. Mudah-mudahan semua orang mampu mendapatkan 2000 kalori perhari, tidak telanjang, dan bisa tidur di ruang tertutup.


TAGS rakyat pendidikan kemiskinan TDL harga pangan


-

Author

Follow Me