Blog bisa jadi rumah aspirasi

9 Aug 2010

Gratis hanya perlu tiga langkah aspirasi siapapun bisa ditampung. Tidak perlu biaya ratusan juta per tahun peranggota parlemen. Jika bisa update status fesbuk 7 kali sehari, bertwit 5 kali sehari, komen ke status dan twit kawan belasan kali, pasti bisa nulis aspirasi di field komentar. Jadi para legislator yang terhormat itu, hanya perlu sedikit kenal bagaimana memelihara blog, buka akun di blogdetik jadilah punya rumah aspirasi, atau apapun namanya, untuk menampung aspirasi dari para pemilih.

Jika perlu tinggal minta ke admin blogdetik untuk membuat kelompok khusus blog (macam blogstar) saya yakin pasti segera dibuatkan bloglegislator sebagai kompleks rumah aspirasi virtual. Pastilah para admin bakal berkenan membuat indeks aspirasi terbaik sekaligus untuk mengontrol tindak lanjut dari para legislator atas aspirasi-aspirasi pilihan tersebut.

Bahwa (masyarakat) perlu biaya untuk mengakses blog para anggota parlemen, bukan alasan yang cukup valid. Untuk datang ke rumah aspirasi atau menulis surat fisik, juga perlu biaya. Jadi biayayang harus ditanggung para pemilih tidak bisa jadi alasan untuk menggolkan anggaran rumah aspirasi. Bahwa diperlukan keterampilan untuk memelihara blog, wajar sekali anggota yang terhormat tidak terlalu gagap teknologi informasi. Jika perlu bayar staf khusus untuk memperhatikan blog-blog itu. Nah, argumen apalagi yang bisa diajukan untuk tetap minta anggaran dalam rangka menampung aspirasi?

Yakinlah kewajiban memiliki blog bagi para anggota parlemen tidak akan menimbulkan kontroversi, layaknya usulan dana aspirasi dan dana rumah aspirasi. Jadi, ayolah para anggota dewan yang terhormat segera buat blog. Jadikan itu untuk mengumumkan aktivitas pengabdian kepada para pemilih. Dan jangan salah, para anggota sekalian bisa menjadikan blog itu sarana untuk mencitrakan diri sebagai manusia terpilih yang mewakili kepentingan rakyat. Untuk menghimpun dukungan. Dan masyarakat bisa melihat “pergerakan” sikap dengan menyimak posting-posting di blog legislator.

Daripada mahal membayar public relations profesional, atau mahal membeli slot iklan di media masa, mending buka blog yang jelas gratis. Percayalah tidak perlu waktu lama bagi masyarakat untuk terbiasa lebih mempercayai blog pribadi para legislator daripada menunggu press release resmi yang suka telat, dan menunggu petunjuk dari partai.


TAGS


-

Author

Follow Me