DPR v.s. KPK, kepada siapa rakyat layak berpihak…?

7 Feb 2011

Jangan berpihak! Bakalan capek doang. Setelah tampak banyak dukungan, virtual atau bukan virtual, percayalah semua pihak akan berpihak kepada yang dipihaki rakyat. Ingat, Bibit-Chandra juga dipihaki DPR saat meletup-letup di jejaring sosial. Jadi kalau sekarang ternyata (sebagian kecil oknum) anggota DPR nunjuk-nunjuk Bibit-Chandra masih berstatus tersangka (malah di dramatisir dengan walkout pulak!) dan mengusirnya dari ruang sidang wakil rakyat, maka jelas bahwa atas nama apapun juga mereka yang mengusir itu berseberangan pihak dengan yang dulu di dukung rakyat.

Tapi memang demikianlah kondisi demokrasi negeri ini. Rakyat tak lebih dari angka seratus-duaratus ribu suara. Hormat ‘mereka’ hanya terjadi di saat Pemilu menjelang. Selepas itu mereka bebas berganti posisi memihak rakyat atau tidak, disesuaikan dengan kepentingan yang saat itu lebih prioritas. Jadi jangan heran dari mana mereka mendapat wajah setebal itu. Betapapun anehnya bolak-balik sikap dan ucapan mereka, dengan mudah dicarikan alasan. Mau alasan legal, gampaaaaang… atau alasan politis, gampang jugaaaa.

Sekarang mereka (yang pagi kedelai sore tempe) masih belum perlu repot menjelaskan perubahan sikap mereka yang 164 derajat itu. Konsentrasi masih terbagi ke Mesir dan baru-baru ini ahmadiyah, belum lagi harga cabe kriting dan bos Nurdin yang tidak juga lega turun dari tampuk PSSI. Nanti jika sudah terdesak dan makin tampak belangnya barulah mereka bakal mengeluarkan jurus ngeles: semua yang dilakukan untuk kepentingan rakyat banyak belaka! Meskipun saat ini jelas mayoritas rakyat ingin korupsi hilang, dan mendukung penahanan mantan anggota Dewan yang terhormat.

Bagusnya, biar saja mereka di parlemen yang saling menelanjangi (tidak semua anggota menolak Bibit-Chandra hadir di ruang rapat). Biasanya saling tunjuk borok begitu lupa status, jadi kita para penonton dapat dengan mudah melihat jelas borok-borok lain. Selama ini cuma bisa mencium baunya saja, karena boroknya ditutup-tutupi.

KPK tidak perlu ikut-ikutan mengobral pernyataan. Diundang hadir, diusir pergi. Itu saja. Namun saat cukup bukti, sikat semua termasuk yang masih aktif duduk.KPK jangan khawatir tidak diperlakukan ‘fair’ oleh wasit (siapapun itu), saat perlakuan tidak sopan dan kampungan sudah kelewatan, dukungan bakal menderas. Ingat, Bibit-Chandra juga pernah nginap di tahanan dan sudah terbukti saktinya dukungan rakyat banyak.

Jangan lupa yang harus didukung adalah lembaga bukan oknumnya. Oknumnya boleh didukung boleh di hujat, dia tidak selamanya ada di lembaga itu. Jadi mari kita dukung DPR dan KPK, dan kita usir oknum yang terlalu setia kawan tidak setia rakyat.


TAGS rakyat parlemen korupsi KPK DPR Bibit-Chandra


-

Author

Follow Me